Wajah glowing telah menjadi salah satu standar kecantikan yang banyak dibicarakan. Di media sosial, kulit yang terlihat cerah, halus, dan bercahaya sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang memiliki perawatan wajah yang sempurna.
Tidak mengherankan jika banyak orang kemudian membeli berbagai serum, masker, toner, essence, atau produk skincare lainnya demi mendapatkan tampilan serupa.
Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: kulit glowing sebenarnya bukan hanya persoalan produk skincare.
Kondisi kulit juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, mulai dari pola tidur, makanan, aktivitas fisik, tingkat stres, kebersihan wajah, hingga perlindungan dari sinar ultraviolet. American Academy of Dermatology (AAD) menempatkan perlindungan terhadap sinar matahari, kebiasaan membersihkan kulit dengan benar, dan menjaga kondisi kulit sebagai bagian penting dari perawatan kulit sehat.
Dengan kata lain, wajah yang terlihat sehat dan bercahaya lebih realistis dicapai melalui kombinasi perawatan dari luar dan kebiasaan sehat dari dalam.
Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa membantu membuat wajah tampak lebih segar dan terawat?
1. Pahami Arti Wajah Glowing yang Sebenarnya
Sebelum mencari cara membuat wajah glowing, penting untuk mengubah cara pandang terhadap istilah tersebut.
Glowing bukan berarti kulit harus putih, tanpa pori-pori, atau terlihat seperti menggunakan filter kamera. Kulit manusia secara alami memiliki tekstur, pori-pori, garis halus, serta warna yang tidak selalu benar-benar merata.
Kulit yang sehat justru lebih tepat digambarkan sebagai kulit yang terasa nyaman, tidak mengalami kekeringan berlebihan, tidak terus-menerus mengalami iritasi, dan mendapatkan perlindungan yang memadai.
Jadi, jangan menjadikan foto yang sudah melalui pencahayaan, kamera, atau filter sebagai standar mutlak kesehatan kulit.
Target yang lebih masuk akal adalah membuat kulit tetap sehat dan terawat sesuai karakteristik alaminya.
2. Jangan Lewatkan Sunscreen di Pagi Hari
Salah satu kebiasaan yang paling penting dalam menjaga kesehatan kulit adalah melindunginya dari paparan sinar ultraviolet.
Sinar ultraviolet dapat berkontribusi terhadap penuaan dini, munculnya noda gelap, kerutan, dan berbagai bentuk kerusakan kulit. Karena itu, sunscreen bukan hanya produk kecantikan, tetapi bagian dari perlindungan kesehatan kulit.
AAD merekomendasikan sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum, SPF 30 atau lebih tinggi, serta water resistant.
Penggunaan sunscreen juga sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika sedang berlibur di pantai.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berkendara, bekerja di luar ruangan, atau melakukan perjalanan pada siang hari tetap membuat kulit terpapar sinar matahari.
Jika berada di luar ruangan dalam waktu lama, perlindungan tambahan seperti berteduh, menggunakan pakaian yang menutupi kulit, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam juga dapat membantu. AAD merekomendasikan kombinasi perlindungan tersebut untuk mengurangi paparan sinar ultraviolet.
3. Bersihkan Wajah, tetapi Jangan Berlebihan
Wajah memang perlu dibersihkan secara rutin. Keringat, minyak, debu, sisa kosmetik, dan berbagai kotoran dapat menempel pada permukaan kulit sepanjang hari.
Namun, wajah yang sering dicuci bukan berarti otomatis menjadi lebih glowing.
Membersihkan wajah secara agresif atau menggunakan produk yang terlalu keras dapat mengganggu kenyamanan kulit. Karena itu, pilih pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit dan gunakan dengan lembut.
Rutinitas sederhana biasanya lebih mudah dipertahankan dibandingkan rutinitas yang terlalu panjang.
Pada pagi hari, wajah dapat dibersihkan sesuai kebutuhan sebelum melanjutkan perawatan. Pada malam hari, pastikan wajah sudah bersih dari sunscreen, makeup, keringat, dan kotoran sebelum tidur.
4. Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Pelembap
Masih banyak orang menghindari pelembap karena takut wajah semakin berminyak.
Padahal, kulit berminyak tetap membutuhkan kelembapan.
Yang perlu diperhatikan adalah memilih produk dengan tekstur dan karakteristik yang sesuai. Orang dengan kulit berminyak mungkin lebih nyaman menggunakan pelembap bertekstur ringan, sedangkan kulit kering biasanya membutuhkan produk yang lebih melembapkan.
AAD memasukkan pelembap sebagai bagian dari kebiasaan dasar untuk membantu mempertahankan kondisi kulit yang sehat.
Jangan menilai kebutuhan pelembap hanya berdasarkan apakah wajah terlihat berminyak atau tidak.
Kondisi kulit setiap orang berbeda sehingga produk yang cocok juga dapat berbeda.
5. Wajah Glowing Juga Berhubungan dengan Pola Makan
Perawatan wajah tidak berhenti pada produk yang digunakan dari luar.
Tubuh membutuhkan berbagai zat gizi untuk menjalankan fungsi normalnya, termasuk menjaga jaringan tubuh. Karena itu, pola makan seimbang merupakan bagian penting dari gaya hidup yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Daripada mencari satu makanan yang dianggap sebagai “makanan glowing”, lebih baik membangun pola makan yang beragam.
Masukkan sayuran, buah, sumber protein, biji-bijian, kacang-kacangan, serta sumber lemak sehat sesuai kebutuhan.
Vitamin dan mineral yang diperoleh dari makanan beragam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. AAD juga menyarankan orang dewasa sehat untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral melalui pola makan seimbang dibandingkan mengandalkan suplemen khusus kulit tanpa kebutuhan yang jelas.
Dengan demikian, konsep kulit sehat sebaiknya tidak dipisahkan dari pola makan sehat.
6. Jangan Menganggap Suplemen sebagai Jalan Pintas
Produk vitamin dan suplemen untuk kulit semakin mudah ditemukan.
Sebagian dipasarkan dengan berbagai klaim seperti membantu membuat kulit lebih cerah, mengurangi tanda penuaan, atau membuat kulit terlihat glowing.
Namun, suplemen bukan solusi otomatis bagi setiap orang.
Menurut AAD, orang dewasa yang sehat sebaiknya berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi melalui makanan. Suplemen dapat dipertimbangkan ketika terdapat kekurangan nutrisi atau kondisi tertentu yang memang membutuhkan tambahan nutrisi.
Karena itu, jangan mengonsumsi vitamin dalam dosis tinggi hanya karena ingin mendapatkan wajah glowing lebih cepat.
Lebih banyak bukan berarti lebih baik.
Jika seseorang merasa membutuhkan suplemen tertentu, terutama dalam dosis tinggi atau untuk mengatasi keluhan tertentu, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan merupakan pilihan yang lebih aman.
7. Tidur Berkualitas Jangan Dianggap Sepele
Skincare mungkin dilakukan selama beberapa menit setiap pagi dan malam, tetapi kebiasaan tidur berlangsung selama berjam-jam.
Karena itu, kualitas tidur juga layak mendapatkan perhatian ketika membahas gaya hidup sehat.
Sering tidur terlalu larut, jadwal tidur yang tidak teratur, atau kurang tidur dapat membuat tubuh terasa kurang bugar. Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, wajah juga bisa terlihat lebih lelah.
Daripada hanya mencari produk untuk menutupi tampilan wajah yang kusam, coba evaluasi pola tidur.
Buat jadwal tidur yang lebih konsisten, kurangi aktivitas yang tidak diperlukan menjelang tidur, dan ciptakan lingkungan kamar yang nyaman.
Wajah glowing tidak harus dimulai dari meja rias. Bisa jadi, perubahan sederhana justru dimulai dari kebiasaan tidur.
8. Kelola Stres agar Perawatan Kulit Tidak Sia-Sia
Stres merupakan bagian dari kehidupan, tetapi stres yang terus-menerus dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
AAD mencatat bahwa stres dapat memperburuk beberapa kondisi kulit, termasuk jerawat, eksim, psoriasis, dan rosacea.
Karena itu, mengelola stres juga dapat dianggap sebagai bagian dari perawatan diri.
Tidak harus selalu melakukan aktivitas rumit. Berjalan santai, berolahraga, melakukan hobi, berbicara dengan orang yang dipercaya, mengatur waktu kerja, atau mengambil jeda dari media sosial dapat menjadi pilihan.
Tujuannya bukan menghilangkan seluruh stres dari kehidupan, melainkan membangun kebiasaan yang membantu tubuh dan pikiran menghadapi tekanan sehari-hari dengan lebih baik.
9. Jangan Terlalu Sering Menyentuh Wajah
Kebiasaan menyentuh wajah sering dilakukan tanpa sadar.
Saat sedang bekerja, membaca, menggunakan komputer, bermain ponsel, atau berpikir, tangan terkadang langsung menyentuh pipi, dagu, hidung, atau dahi.
Padahal, tangan juga bersentuhan dengan berbagai benda sepanjang hari.
Membiasakan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah merupakan langkah sederhana untuk menjaga kebersihan. Selain itu, hindari kebiasaan memencet jerawat karena tindakan tersebut dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko bekas.
Perawatan wajah tidak selalu harus berupa tindakan tambahan. Mengurangi kebiasaan yang berpotensi mengganggu kulit juga penting.
10. Berhenti Mengejar Hasil Instan
Salah satu kesalahan terbesar dalam perawatan wajah adalah menginginkan hasil dalam waktu terlalu singkat.
Ketika sebuah produk belum memberikan hasil dalam beberapa hari, seseorang mungkin langsung menggantinya dengan produk lain. Akhirnya, kulit mendapatkan terlalu banyak produk dan bahan aktif dalam waktu berdekatan.
Padahal, kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap rutinitas tertentu.
AAD menyarankan pendekatan yang sederhana dan konsisten dalam merawat kulit, sekaligus menyarankan berkonsultasi dengan dokter kulit jika terdapat masalah kulit yang mengganggu atau tidak membaik.
Jangan biarkan tren media sosial membuat rutinitas perawatan kulit menjadi semakin rumit.
11. Pilih Skincare Sesuai Kondisi Kulit
Tidak ada satu rutinitas yang cocok untuk semua orang.
Kulit berminyak, kering, kombinasi, sensitif, atau mudah berjerawat memiliki kebutuhan berbeda.
Pemilik kulit berminyak misalnya dapat mempertimbangkan produk yang tidak mudah menyumbat pori. Sementara itu, pemilik kulit sensitif mungkin perlu lebih berhati-hati terhadap produk dengan bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi.
Hal yang sama berlaku untuk sunscreen.
AAD menyarankan memilih sunscreen berdasarkan kebutuhan kulit. Untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat, misalnya, label non-comedogenic dapat menjadi salah satu pertimbangan.
Jangan memilih skincare hanya berdasarkan kemasan, harga, atau popularitas di media sosial.
Kenali kebutuhan kulit terlebih dahulu.
12. Jangan Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi
Eksfoliasi dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit, tetapi tidak harus dilakukan secara berlebihan.
Keinginan untuk mendapatkan wajah yang halus kadang membuat seseorang menggunakan produk eksfoliasi terlalu sering.
Akibatnya, kulit dapat terasa kering, perih, atau mudah mengalami kemerahan.
Jika setelah menggunakan produk tertentu kulit terasa terbakar atau sangat tidak nyaman, jangan menganggap sensasi tersebut sebagai tanda bahwa produk sedang “bekerja”.
Perawatan kulit seharusnya membantu menjaga kesehatan kulit, bukan membuat kulit terus-menerus mengalami iritasi.
13. Hidrasi Tubuh Tetap Penting
Air merupakan kebutuhan dasar tubuh.
Memenuhi kebutuhan cairan membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi normal. Karena itu, minum cukup air menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Namun, perlu dipahami bahwa minum air dalam jumlah sangat banyak tidak otomatis membuat wajah langsung glowing.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda berdasarkan aktivitas, cuaca, pola makan, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.
Jadikan air putih sebagai salah satu pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan dan sesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
14. Aktivitas Fisik Mendukung Gaya Hidup Sehat
Olahraga sering dikaitkan dengan kesehatan jantung, kebugaran, dan pengelolaan berat badan. Namun, aktivitas fisik juga merupakan bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Tidak harus selalu melakukan olahraga berat.
Berjalan kaki, bersepeda, berenang, melakukan latihan kekuatan, atau aktivitas fisik lainnya dapat menjadi pilihan sesuai kemampuan.
Yang lebih penting adalah konsistensi.
Setelah berolahraga dan berkeringat banyak, jangan lupa memperhatikan kebersihan kulit. Membersihkan wajah dan tubuh setelah aktivitas dapat membantu menghilangkan keringat serta kotoran yang menempel.
15. Lindungi Kulit Bukan Hanya Saat Cuaca Panas
Sebagian orang menggunakan sunscreen hanya ketika matahari terlihat sangat terik.
Padahal, perlindungan terhadap ultraviolet sebaiknya menjadi kebiasaan ketika kulit akan terpapar sinar matahari.
AAD menjelaskan bahwa sinar ultraviolet dapat mencapai permukaan bumi sepanjang tahun dan sebagian radiasi ultraviolet tetap dapat menembus awan.
Karena itu, jangan menjadikan cuaca mendung sebagai alasan otomatis untuk mengabaikan perlindungan kulit.
Jika beraktivitas di luar ruangan, kombinasikan sunscreen dengan strategi perlindungan lainnya.
Rutinitas Sederhana untuk Wajah Lebih Sehat
Jika semua tips di atas terasa terlalu banyak, tidak perlu menerapkannya sekaligus.
Mulailah dari rutinitas dasar.
Pagi:
- Bersihkan wajah sesuai kebutuhan.
- Gunakan pelembap jika diperlukan.
- Gunakan sunscreen SPF 30 atau lebih dengan perlindungan broad-spectrum.
- Gunakan perlindungan tambahan seperti topi atau pakaian pelindung ketika beraktivitas lama di luar ruangan.
Malam:
- Bersihkan wajah secara lembut.
- Hapus makeup dan sunscreen dengan benar.
- Gunakan pelembap.
- Gunakan produk tambahan sesuai kebutuhan kulit, bukan karena mengikuti tren.
Setiap hari:
- Konsumsi makanan beragam.
- Cukupi kebutuhan cairan.
- Tidur dengan pola yang lebih teratur.
- Aktif bergerak.
- Kelola stres.
- Hindari kebiasaan menyentuh atau memencet wajah secara berlebihan.
Rutinitas tersebut mungkin tidak terdengar spektakuler, tetapi justru kesederhanaannya membuatnya lebih mudah dipertahankan.
Kapan Masalah Kulit Perlu Diperiksakan?
Tidak semua kondisi wajah bisa diselesaikan dengan skincare.
Jika kulit mengalami jerawat berat, kemerahan yang menetap, rasa gatal atau terbakar, perubahan tahi lalat, noda yang terus berubah, atau keluhan lain yang tidak kunjung membaik, jangan terus mencoba berbagai produk secara acak.
Dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan pilihan perawatan yang sesuai. AAD juga merekomendasikan konsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit.
Semakin cepat masalah tertentu dievaluasi, semakin mudah menentukan langkah yang tepat.
Kesimpulan
Mendapatkan wajah glowing tidak harus berarti memiliki rak skincare yang penuh.
Kulit yang terlihat sehat lebih realistis dibangun melalui kombinasi kebiasaan sederhana: membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan pelembap sesuai kebutuhan, melindungi kulit dari sinar matahari, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi cairan, tidur cukup, aktif bergerak, serta mengelola stres.
Sunscreen menjadi salah satu bagian yang sangat penting karena perlindungan terhadap sinar ultraviolet membantu mengurangi risiko kerusakan akibat paparan matahari dan tanda penuaan dini. Dermatolog merekomendasikan sunscreen broad-spectrum, SPF 30 atau lebih tinggi, dan water resistant.
Yang tidak kalah penting, jangan menjadikan kulit orang lain sebagai standar mutlak untuk menilai kesehatan kulit sendiri.
Wajah sehat tidak harus sempurna. Pori-pori tetap normal, tekstur kulit tetap ada, dan perubahan kecil pada kulit merupakan bagian dari kondisi manusia.
Jadi, jika ingin mengetahui cara membuat wajah glowing, jangan hanya mencari produk terbaru. Mulailah dari kebiasaan yang paling mendasar dan bisa dilakukan secara konsisten.
Karena pada akhirnya, kulit yang sehat bukanlah hasil dari satu produk ajaib, melainkan hasil dari perawatan yang tepat dan gaya hidup yang dijaga dalam jangka panjang.